
Jika
berbicara tentang tokoh-tokoh yang mewarnai hiruk-pikuk musikalisasi
IPB, rasanya tak akan lengkap jika orang yang akan kita bahas ini tidak
turut digunjingkan. Pria berperawakan bak Jack The Skeleton ini adalah
pita suara yang memecah keheningan kampus pertanian dengan gemuruh
vokalnya. Hadirin yang berbahagia, mari kita sambut dengan acungan
telunjuk dan kelingking, Limas Agung. Mungkin tak ada yang menyangka
sebelumnya, bahwa lelaki yang menggemari warna kuning ini (frame
kacamatanya ada warna kuning, sepatunya bermotif kuning, hingga warna
tasnya juga kuning) adalah punggawa musik cadas IPB. Di sela
kesibukannya menyelesaikan tugas akhir dan berkarya di dua bandnya yang
avant-garde, Limpy (begitu ia sering disapa) sempat bertutur tentang
hubungan musik dan dunia pertanian, pengalaman pertamanya dengan musik
metal, hingga kritik terhadap organisasi musik kebanggaan institut
pertanian kita, Music Agriculture X-pression (MAX!!).
Sebagai mahasiswa Fakultas Pertanian sekaligus metalhead, mnurut lu ada ga
hubungan antara pertanian dan musik?
Pertanyaannya
susah nih. Kagak ada hubungannya kata gue [tertawa] Kagak ada
hubungannya. Gue ga bisa menemukan hubungan antara musik dan pertanian