Thursday, July 14, 2011

Fusion Music Festival 2011 (Hari Kedua)

Sebelum menjelajahi hari kedua Fusion Music Festival 2011, saya tampilkan dulu tweet yang dikicaukan panitia di pos terakhir pagelaran itu.



Semua pihak tentu menyayangkan insiden diatas. Tapi sudahlah, kita masih punya mocca, blabla seperti yang dijanjikan panitia. Mari simak aksi mereka.

Panggung ballroom menjadi pemantik acara. Jika amplifier di ruang ini sudah memanas, maka itu tandanya kartu domino pertama telah dijatuhkan, rangkaian pengisi acara lain akan menambah riuhnya Fusiomusic 2011. Adalah Kuas Cielo, band tuan rumah yang terdiri dari kawanan lima orang itu melontarkan balak nada pertama. Beberapa lagu mereka tiupkan di antara hembusan AC yang memadati panggung indoor itu. Karakter vokal yang menempati oktaf atas menjadi ciri tersendiri band yang berulang tahun di penampilannya hari itu. Kontemplatif dan megah adalah dua kesan yang timbul dari karya mereka. Tolong beri ruang, Kuas Cielo akan menghajar hari.



Wednesday, July 13, 2011

Fusion Music Festival 2011 (Hari Pertama)

Tanggal 9 dan 10 Juli tahun ini akan menjadi hari bersejarah di masa depan nanti. Sebuah panggung apresiasi karya musik telah digelar di tanggal itu. Fusion Music Festival 2011 namanya. Dengan jargon 'When All The Vibes Meet', acara ini berani tampil sebagai pioneer festival musik yang tidak hanya terdiri dari satu jenis musik tertentu. Mari, saya ceritakan bagaimana suasana hari pertama Fusiomusic Fest 2011.

Free Play diberi kehormatan untuk membuka festival. Dengan karya instrumentalnya yang melenakan, Free Play adalah salah satu musisi independen Bogor yang perlu diikuti dan dinikmati pergerakannya. Simak foto dan video penampilan mereka di bawah ini.



Tuesday, July 5, 2011

RASSA Produksi Ke-14



Wahana Telisik Seni dan Sastra (WTS) kembali menggelar Ruang Apresiasi Seni dan Sastra (RASSA). Jika pada edisi RASSA bulan lalu pertunjukan teater yang ditampilkan, maka pada produksi RASSA ke-14 giliran musik yang diapresiasi. Dilaksanakan di ruang Pinus 2 kampus IPB Darmaga, RASSA XIV dihadiri berbagai kalangan, dari mahasiswa IPB, wartawan media lokal Bogor, hingga alumni kampus pertanian itu. Chimot didaulat sebagai tokoh utama dalam gelaran itu. Chimot adalah seorang mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Pria asal Banten itu menyuguhkan karya-karya musikal gubahannya. Total 8 lagu ia lantunkan dengan penuh penghayatan. Seperti biasa, RASSA tidak hanya menjadi wadah untuk para penikmat seni memanjakan diri, namun juga menjadi arena diskusi artistik karya yang ditampilkan. Selain diskusi tentang makna dan cerita dibalik karyanya, paparan Chimot tentang pengalaman musikalnya juga mengajarkan pesan mendalam tentang tekad kuat memperjuangkan cita-cita. Rekaman penampilan Chimot tersebut terekam dalam video di bawah ini.