Wednesday, October 4, 2023

Sherina


Petualangan Sherina 2 dikemas sedemikian sederhana. Karakter protagonis-antagonis dipisahkan ke dalam spektrum yang hitam-putih. 

Dulu Kertarajasa, kini Syailendra. Kita bisa rasakan posisi mereka dalam kisah ini sejak kemunculan pertama. 

Meski bersegmentasi "semua umur" sekuel ini terasa lebih tepat ditujukan bagi penonton film pertama. Penonton yang berusia dewasa diajak menengok lagi masa anak-anak, saat Petualangan Sherina mempengaruhi gelagat anak tahun 2000an.

Saat itu saya masih SD. Begitu pula istri saya yang mengaku banyak terinspirasi gaya sherina: cokelat M & M's, bekal sekolah, you name it. Dua puluh tiga tahun kemudian, kami melihat Sherina yang sama, tampil dalam kemasan kisah serupa.

Sherina kecil dan dewasa harus menghadapi perbedaan realita dengan ekspektasi. Jika Sherina 2000 sedih dan gundah karena tak ingin pergi berpisah dengan temannya di Jakarta, maka Sherina 2023 digambarkan marah karena peliputan ke Davos batal. Sherina yang sudah jadi reporter televisi malah ditugaskan ke hutan Kalimantan.

Bandung dan Palangka Raya bagi Sherina kecil dan dewasa terasa sama saat dia melintasi rimbun pohon yang tampak serupa. Ia menatap ke luar jendela mobil dalam komposisi visual yang mirip.

Kejutan: Sherina kecil bertemu Sadam di Bandung, Sherina dewasa jumpa Sadam di Palangka Raya. Mereka kadang kompak, tapi beberapa kali juga beda pendapat saat menghadapi tokoh antagonis pemburu satwa liar.

Riri Riza dan Mira Lesmana, sebagai duet sutradara dan produser, kini menawarkan gagasan konflik pelestarian orang utan. Dua puluh tiga tahun lalu, isu yang mereka sodorkan berupa perebutan lahan. 

Saat pencaplokan wilayah masih relevan di saat ini, mungkin masalah pelestarian hewan juga akan tetap penting disampaikan di masa depan nanti. Mereka sedang menandai zaman.

Penanda era lain yang juga tampak sengaja disisipkan, terlihat ketika Sherina diminta segera pulang ke Jakarta untuk meliput konferensi pers Presiden Jokowi. Dua puluh tiga tahun dari sekarang, penonton film ini akan punya sebuah konteks menarik saat menilik lagi kondisi yang dihadirkan dalam jagat Petualangan Sherina 2. 

Di luar hal-hal simbolik itu, Petualangan Sherina 2 sesederhana surat cinta buat inner child kita. Sherina dan Sadam terlihat bersenang-senang dengan karir dan tantangan kerja di dalamnya. Hingga di usianya yang kepala tiga, mereka belum menikah dan itu nggak apa-apa. 

Dalam beberapa hal, film ke-25 rumah produksi Miles Film ini nampaknya ingin membuat generasi 2000an sumringah, serupa ekspresi Sherina ketika dihadiahi tas lama. []

No comments:

Post a Comment