Menuju Kedai Buku
Sebuah koordinat di GPS jadi acuan saya untuk menuju sebuah
tempat: Kedai Buku Jenny. Toko buku dan rumah baca itu saya ketahui kala sebuah
band asal Jogja bernama FSTVLST merilis album dan rajin berjualan. Saya sendiri
hampir beli CD albumnya. Sangat hampir. Hehe.*
Setelah menembus kemacetan kota Makassar sore itu, sekitar
45 menit kemudian saya tiba di lokasi yang dituju. Satu yang di ujung komplek
perumahan. Spanduk nama toko meyakinkan bahwa saya tidak salah alamat. Mobil
yang saya sewa berhenti dan memekikkan bunyi singkat klakson. Seorang ibu yang
memangku anaknya menghambur keluar rumah. Gelagat itu tak lazim tampak di
sebuah toko buku. Maka saya memastikan apakah itu benar-benar tempat yang
dituju. Rupanya meski di GPS nama lokasinya bertanda lokasi baru, ini tempat
lama. Justru yang tanpa keterangan "new store" di peta digital itulah
kedai buku sebenarnya. Suami sang ibu kemudian mengatur motornya keluar, dan
memandu saya ke lokasi sebenarnya.
Yang Terinspirasi
Pria berjaket kuning itu kemudian memandu saya ke ujung
sebuah perumahan lain. Kami pun berkenalan. Namanya Bobhy. Rumah berpagar kami
masuki. "Itu Farid yang buat" katanya menunjuk sebuah triplek
bergambar di depan rumah itu. Farid yang dimaksud adalah vokalis FSTVLST, band
yang jadi mula dari nama kedai buku itu: Jenny.
