Showing posts with label naif. Show all posts
Showing posts with label naif. Show all posts

Saturday, March 31, 2012

Can I Say 7th Edition

Can I Say 7th Edition




Klik gambar di atas untuk mendownload Can I Say 7th Edition (EXE) 17 MB

atau

Klik link di bawah ini untuk mendownload Can I Say 7th Edition (PDF) 6,2 MB
Can I Say Magazine 7th Edition

View more documents from canisay.

Earth Hour day is today. Do everything as wisely as you can. This Earth will respect you!

Saturday, March 17, 2012

Fossil Carnival - SMA 47 Jakarta


Saman SMA 47 Jakarta sebagai pembuka Kompetisi Tari Saman

Fossil Carnival, sebuah pentas seni dengan tema "Transport Audience Into The Past" diselenggarakan oleh SMA 47 Jakarta dalam rangka merayakan hari jadinya yang ke-30 tahun, berlangsung cukup meriah. Acara ini dibuka dengan Kompetisi Tari Saman antar SMA se-Jakarta dan sekitarnya pada hari Sabtu, 25 Februari 2012. 

Monday, March 12, 2012

Exclusive Interview : Naif


Naif, band legendaris yang udah berkecimpung belasan tahun di dunia musik ini akhirnya hadir lagi dengan album terbarunya berjudul Planet Cinta yang resmi dirilis pada tanggal 4 Februari 2011 lalu. Album ini berisi 11 lagu dan beberapa diantaranya single yang sudah cukup terkenal di dunia musik Indonesia, seperti Karena Kamu Cuma Satu, Cuek, dan single terbaru mereka, Buta Hati. Berikut bincang-bincang Can I Say dengan Naif di acara Fossil Carnival pada Sabtu 3 Maret 2012 lalu di SMA 47 Jakarta.

Tuesday, February 14, 2012

The Glorious ZOIZ



F2WL (From 2 With Love), sebuah pentas seni penuh cinta yang diselanggarakan oleh siswa SMAN 2 Bandung pada tanggal 11 Februari 2012 di Sabuga (Sasana Budaya Ganesha), Bandung. Acara yang sebelumnya sudah dipersiapkan dengan sangat matang ini mengambil tema Zoiz: Our Year, Our Season. Penulisan ZOIZ yang berasal dari angka tahun 2012 yang merupakan tahun penuh dengan isu tentang keadaan bumi yang semakin memburuk. Bazar dan pentas seni yang digelar para siswa SMAN 2 Bandung ini juga memiliki misi untuk melestarikan bumi dengan memperlihatkan suasana hijau yang nyaman. Oleh karena itu, acara ini mendapat support penuh dari warga Bandung.

Sunday, July 24, 2011

Java Rocking Land 2011 (Hari Pertama)

Untuk yang ketiga kalinya Java Rockin'land kembali digelar di atas tanah yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya, pantai Carnaval Ancol Jakarta. Event akbar yang diorganisir Java Festival Production itu dihadiri para musisi dan penikmat musik dari dalam maupun luar Indonesia. Di hari pertama, lebih dari 40 pengisi acara telah sukses meramaikan gelaran itu.

Seringai dan closehead didaulat menjadi headliner acara. keduanya tampil di panggung terpisah dengan rentang durasi penampilan yang sama. Seringai masih tetap tampil dengan ruh pesan yang sama, protes atas kondisi sosial di sekitar mereka. Di Javarockinland 2010, kuartet oktan tinggi ini pernah menyanyikan sebuah lagu berjudul tifatul. Lagu itu berisi kritik atas ide sang menteri untuk menyikapi konten berbau porno di dunia maya. Seorang penonton merekam lagu itu dan mengunggahnya di youtube, sehingga Seringai makin lekat dengan citra antiislam. Arian membahas image baru seringai itu di panggung ketiganya di Java Rockinland. Menurut eks vokalis band legendaris Puppen itu, Seringai bukan antiislam, melainkan mereka tidak mau Indonesia ini menjadi Arab Saudi. Arian bahkan menantang audiens untuk merekam lagi ucapannya itu dan mengunggahnya lagi di Youtube. Tantangan itu saya terima. hehe. Saya merekam kritik Arian terhadap tindak poligami yang menjadi appetite sebelum Seringai menderu di 'Lagu Ini Tak Sependek Jalan Pikiranmu'.



Monday, May 23, 2011

Naif di SMAN 1 Bogor

Ini adalah kali kedua saya menyaksikan Naif di Bogor. Sebelumnya saya puas menghabiskan beberapa jam dengan cukup intim bersama band ini di gelaran A Mild As You Like It. Pengalaman impresif itu saya tuangkan dalam posting yang bisa teman-teman tengok disini. Kemarin, Naif kembali menggoyang Bogor di SMAN 1 Bogor. Saya datang saat Naif ada di sesi akhir penampilannya. Satu hal yang saya sesalkan adalah, saya gagal merekam sebuah lagu Naif berbau reggae yang menceritakan tentang penampilan mereka di SMA itu yang sudah tiga kali. Saya akan sangat sumringah jika ada audiens lain yang berhasil mengabadikannya dan membagi tautannya ke saya melalui blog ini. Hehe. Meski demikian, saya menemukan diri berada dalam sebuah realita baru dalam cara menikmati sebuah pertunjukan musik. Jika biasanya puncak kenikmatan sebuah konser bagi saya adalah meleburkan keringat di atas atau bibir panggung, maka sekarang kenikmatan lain yang juga saya rasakan adalah saat mengabadikan momen-momen memorabel si penguasa panggung. Orgasme pertunjukan yang saya ceritakan terakhir tertuang dalam foto-foto di bawah ini. Selamat menyimak :)



Monday, April 18, 2011

Naif di A Mild As You Like It Bogor

Hari sabtu itu harinya musisi. Boleh lah istilah itu kita setujui, hari sabtu kan memang biasa digelar berbagai event apresiasi seni (musik khususnya). Menghadiri sebuah pagelaran musik, tentu menjadi hal yang sangat penting. Apalagi tujuannya kalau bukan mengapresiasi, berekspresi dan terinspirasi buat bikin karya yang lebih kreatif. Untuk menjaga siklus kreatifitas itu terus bergulir, saya cukup aktif memburu berbagai panggung, bahkan untuk beberapa event, saya dan Fan rela bolak-balik Bogor-Bandung. Betul, bolak-balik Bogor-Bandung bukan berarti ga cinta gig lokal, tapi di Bogor setau saya kok jarang ya ada acara beginian, ya jadinya Bandung pun diladeni. Tapi sekarang (bahkan mungkin sejak dulu. cuma gue aja yang baru ngeh :p) Bogor udah punya acara rutinan, diantaranya ada Bogor Rendezvous yang rutin dibuka tiap 2 minggu di O-Lounge, ada juga MKKK yang diadakan di Cafe Kebun Kita, dll.

Sabtu ketiga di bulan April 2011, Bogor kedatangan tamu spesial. Sebuah band legendaris asal ibu kota tampil di kota hujan. Ya, mereka adalah Naif. Kuartet pria yang bermusik sejak 1994 itu tampil dalam event A Mild As You Like It. Saya berkesempatan menyaksikan aksi mereka, bahkan mengikuti sesi check sound-nya, bahkan ngobrol sama David, bahkan makan pecel lele bareng Jarwo. Beneran, Fajar Enda Taruna si gitaris gondrong yang kharismatik itu, makan pecel bersama saya. Ga percaya? Kalau begitu saya ceritakan kronologi kejadiannya yah. Mari simak!