Showing posts with label Video. Show all posts
Showing posts with label Video. Show all posts

Tuesday, April 28, 2015

Menyaksikan Bangkitnya Bogor Kreatif

Hari sabtu lalu saya datang ke sebuah acara peluncuran kembali komunitas Bogor Kreatif. Komunitas itu aktif di pengolahan daur ulang barang bekas untuk dijadikan kreasi baru yang lebih bernilai. Mereka punya galeri yang berlokasi di Jalan Tentara Pelajar Bogor. 


Sebenarnya komunitas itu sudah ada sejak tiga tahun lalu, tapi dimeriahkan kembali biar orang-orang tahu ada komunitas semacam itu. Kalau bermain-main ke galerinya, kita bisa lihat sejumlah koleksi unik, seperti koper yang terbuat dari kertas tebal, sampai buku yang membahas Bogor di tahun 1800an.


Yang juga menarik di acara malam itu, adalah sejumlah penampil di panggung kecilnya. Berikut ini foto dan video penampil yang sempat saya abadikan. Video penampilan asphoria kepotong karena memori handphone gak cukup pas rekam lagu ketiga. Waktu rekam lagu kedua, malah kepencet tombol lain jadi video keputus. Hehe. [rhezaardiansyah]


Nonton adopta live. Band post rock keren dari bogor. Musiknya mirip lagu2 moonlit sailor
Menyaksikan dangdut didendangkan orkes pemuda madu. Vokalisnya gimbal, pemain bass nya sipit, pemain gitarnya pakai efek musik metal, pemain tamtamnya rancang menabuh alatnya. Jadi inget drummer forgotten. Si pemain tamtam dan drummer konsentrasi dengan alatnya saat main. Indah sekali. Aku mau bisa bermain tamtam, dan memainkan musik dangdut 
Fan pakai helm skate untuk menghormati pembuatan skate park di bogor dan menghindari kejahatan begal

Monday, March 10, 2014

Jejak Brutalitas Konser Teenage Death Star

Konser pertama Teenage Death Star di tahun 2014 baru dihelat. Saya beruntung jadi salah satu yang ada di tengah teriakan, lembab keringat dan bentur-gesekan rianya suasana pesta itu. Penampilan Teenage Death Star kali ini bertempat di IFI Bandung. Dua band pembuka menghangatkan amplifier. 


Yang pertama Jenny Be Good. Empat orang personilnya perempuan semua. Musik yang mereka mainkan ada nuansa blues/rock n roll. Cukup atraktif, menghibur, komunikatif. Beberapa kali tawa saya tersungging mendengar candaan si mojang dengan logat sundanya yang kental.


Band kedua namanya Zaggle Griff. Kuartet pejantan ini terdengar bermusik rock alternatif. Ada nuansa emo/shoegaze/post-rock juga. Tapi entahlah apa itu nama tepatnya. Mereka ditanggapi dingin, karena mereka juga berlaku dingin diatas panggung. 


Akhirnya, yang ditunggu-tunggu tiba juga. Teenage Death Star naik akhirnya panggung. Band bentukan 2002 ini langsung menggeber lagu-lagu di dari album Long Way To Nowhere, album penuh mereka satu-satunya. Sebenarnya TDS punya minialbum yang dirilis berbentuk kaset dan CD yang jadi bonus Majalah Cobra edisi perdana. Minialbum itu isinya rekaman selama akhir tahun 80an. Tapi mereka tak membawakan satu pun lagu dari sana. Lupa kata Alvin sang gitaris. Saat itu katanya terlalu banyak drugs. Haha. Tapi toh meskipun lagu yang dinyanyikan itu-itu juga, penampilan mereka tetap asik.


Berikut kamu bisa tonton sendiri suasana konsernya melalui video di bawah. Disana terlihat suasana saat lagu Absolute Beginner Terror disuguhkan. Tanpa babibu, panggung langsung rusuh. Stage diving langsung menyambut. Ya karena mungkin itu lagu terakhir, jadi suasana sudah benar-benar panas. Entah kaki siapa yang ada diatas kepala. Entah siapa lagi yang pakai topeng singa itu. Semua chaos. Saya lalu terlempar keatas panggung yang tingginya cuma selutut, lalu sadar di sebelah saya Iyo bermain bass dengan ugal-ugalan. Dia seakan lupa bahwa perban masih menempel di jidat kirinya. Iyo atau Satrio ini kepalanya dihajar oknum polisi karena dia melanggar aturan jam malam di Bandung. Lalu sadarlah saya sudah diatas. Di pojok sana Sir Dandy sudah bertolak pinggang, pasrah mikrofonnya dikuasai seorang fotografer perempuan. Pandangan saya kembali ke massa di bibir panggung, lalu reff tiba. Dengan kamera dalam posisi merekam, saya terjun bebas. Jelas saya tersungkur, lalu seseorang membangunkan, entah siapa. Rusuh lagi. 

Lagu terus mengalun. Sir Dandy nampaknya malas menyanyi, atau lupa liriknya. Lalu Iyo menunjuk seseorang di hadapan saya yang menundukkan kepala di lantai panggung. Semua lalu meneriakinya. Dia sadar, lanjut nyanyi lagi dengan muka meringis dan mata tertutup. Hahaha. Gila. Sekali lagi, saya naik panggung dan loncat. Lagu tiba di interval akhir. Alvin dengan gaya superman-nya melompat ke bawah panggung. Semua menangkap dia. Iyo tak mau kalah dengan Alvin. Dia dibopong umatnya. 

"We want more! We want more!" teriakan menagih encore terlontar. Tak ada yang menggubris. Lampu panggung mati. Tunggu dulu, bukan berarti tak ada apa-apa lagi di panggung. Iyo mengajak tos orang-orang yang tersisa. Dia bilang yang mau berfoto bisa naik panggung. Saat semua sudah siap diatas, yang mengajak hilang. Haha.

Dalam video di bawah ini saya sertakan juga foto-foto selama pertunjukan berlangsung. Ada visualisasi kegilaan Alvin ber-stage diving bersama gitarnya, Sir Dandy berguling-guling, Sir Dandy tampil sendirian sebagai Sir Dandy bersama "Anggur Merah" dan "Chris John"-nya, dan tentu saja yang paling epik adalah tampakan ketika semua personil Teenage Death Star menyerahkan senjatanya masing-masing untuk dimainkan penonton. Kecuali Firman di kursi drum, semua personil TDS cuma jadi penari di lagu All That Glitters Are Not Gold.

Kamu yang ketinggalan kesempatan bergila ria bersama Teenage Death Star, masih bisa hadir di panggung TDS berikutnya di Jakarta tanggal 22 Maret. Fuck Skill, Let's Rock! (rhezaardiansyah)

Tuesday, November 27, 2012

A Day That I'm No Good At



Asphoria (As Euphoria), a band with three youth men that wanted to express their music into harmonic oscillation kind of sound. The story began when Maul and Aria met in their lecture and play together in a band. Then Aria that has already known Fanfan as his friend on high school, urged Maul to join, and at that time the story began. The band started on July 10th 2009 and still having some great experiences until now. Asphoria means:
As = similarly
Euphoria = a feeling of happiness (fun)

So, we are Asphoria, a band from Bogor who's dedicated of having fun. In this context, having fun with our music and create a harmony that we wanted, and the results are expected to give a happiness to anyone who listened.

http://asphoria.blogspot.com
http://www.reverbnation.com/asphoria
soundcloud.com/asphoria
@asphoria


Wednesday, August 15, 2012

Unholy Vein - Little Boy


Pemirsa Can I Say, kenalkan, mereka adalah Unholy Vein. Band ini sejatinya telah tiada, namun karya mereka bertajuk Little Boy diatas layak dikenang mengingat nilai estetikanya yang memang tak bisa diremehkan. Kali ini semua eks personil Unholy Vein beraktifitas terpisah. Sebenarnya mereka masih punya stok lagu layak puji di bank datanya, namun nampaknya mereka tidak menemukan titik temu untuk merealisasikan sisa karyanya tadi. Video diatas diedit oleh Limpy, salah satu vokalis band beranggota 7 orang itu.

Lagu yang terinspirasi dari film Helloween kedua ini, sempat dibuat dalam versi berbeda oleh salah satu gitarisnya, Fanfan. Berikut kami lampirkan:

Various Flames vs. Unholy Vein - Little Boy by Various Flames

Tuesday, May 29, 2012

STAN Art Festival



Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN) yang terletak di bilangan Bintaro, Jakarta Selatan, telah heboh menggelar acara perhelatan seni Sabtu, 26 Mei 2012 lalu, yaitu STAN Art Festival. Acara bertajuk "Free Your Soul, Fight Corruption" ini memiliki beberapa acara kompetisi (pre-event), yaitu Band Competition, Photography Contest, dan Mural Art Competition. Audisi Band Competition memperoleh 6 finalis yang ditampilkan pada acara puncak STAN Art Festival. No Name, KMM, Ames Tuh, Skakmat, Moluska, dan Artsy adalah keenam finalis Band Competition yang memiliki warna musik yang berbeda-beda. Photography Contest dihadirkan melalui Gallery Artspace yang terletak di pinggir lokasi STAN Art Festival. Pelaksanaan Mural Art Competition banyak menarik perhatian penggunjung yang datang pada acara tersebut. Kreatifitas dan pesan yang dituangkan melalui seni mural memang salah satu media seni yang sedang tren saat ini.

Saturday, March 31, 2012

Ladang Seni IPB


Tepat hari Rabu, 28 Maret 2012, Can I Say Magazine resmi bekerjasama dengan Ladang Seni IPB. Sebuah Komunitas pecinta seni di IPB. Kami bekerjasama atas dasar kesukarelaan dan kesamaan visi, pecinta seni. Sesuai dengan tagline Can I Say, "Seni, Seniman, dan Karya Seni", maka kami sangat mendukung program yang dimiliki Ladang Seni IPB. Ladang Seni IPB tidak hanya bergerak dalam bidang seni musik, melainkan juga dengan segala aspek seni lainnya, seperti puisi, monolog, fotografi, seni lukis, dan lainnya.

Setiap minggunya kami akan memberikan sajian liputan salah satu kegiatan Ladang Seni IPB, yaitu Panggung Mahasiswa. Acara ini diadakan setiap Hari Rabu pukul 7 malam di kantin Stevia IPB. Acara ini tidak dipungut biaya serta memiliki tempat yg cozy bagi mereka yang ingin menikmati sajian dari Panggung Mahasiswa. Banyak pula mahasiswa yang datang menonton Panggung Mahasiswa sambil mengerjakan tugasnya. Pengisi acara di Panggung Mahasiswa mayoritas adalah mahasiswa IPB, namun tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang ingin tampil di sini secara sukarela dan atas dasar kecintaannya terhadap seni, untuk bisa tampil di acara tersebut. Panggung mahasiswa mampu memfasilitasi bagi mereka yang ingin memamerkan keahlian dan bakatnya di bidang seni.

Sunday, February 5, 2012

Hello Fest 8

Untuk kedelapan kalinya, Hello Fest dihelat di Jakarta. Panggung apresiasi yang digagas Hello Motion itu dilansir telah menghadirkan lebih dari 11.000 partisipan. Angka tersebut diakui Wahyu Aditya selaku penggagas Hello Motion sebagai sebuah pencapaian yang melebihi ekspektasinya. Gelaran budaya pop tahunan ini memilki pananda khusus di pelaksanaannya yang kedelapan. Selain tetap dihiasi kompetisi film pendek, Hello Fest 8 menyediakan pasar komoditas kreatif di hari yang sama. Berbagai objek seni dipasarkan disana. Hello Fest juga mendatangkan Fred Deakin, seorang ilustrator dari Inggris yang di hari itu juga memaparkan presentasi tentang karya-karyanya. Dua belas jam berkesan akhirnya berlalu di Sabtu pertama Februari itu. Dalam konferensi pers yang digelar di hari yang sama, Wahyu Sang Founder Hello Fest memberi bocoran tentang gelaran tahun depan yang berupaya untuk mengfasilitasi lebih banyak apresiator dengan penambahan durasi acara. Pasalnya, saking banyaknya pendatang sementara kapasitas wahana acara terbatas, beberapa hadirin tidak bisa mengakses teater Nusa Indah saat pemutaran karya para finalis lomba film pendek. Meski demikian, mereka bisa tetap menikmati decak kagum yang pecah setelah menyaksikan karya-karya malam itu. Berikut video rangkuman serta foto-foto selama berjalannya Hello Fest 8.



 


Can I Say Interview: Wahyu Aditya and Fred Deakin


Thursday, October 27, 2011

Glenn Fredly - Pancasila Rumah Kita (Live From IPB)

Beberapa pekan lalu, Glenn Fredly hadir di sebuah acara workshop musik di kampus IPB Darmaga Bogor. Pada kesempatan itu, Glenn mempersembahkan sebuah lagu yang khusus ditujukan kepada walikota Bogor. Berikut penampilan Glenn Fredly saat membawakan Pancasila Rumah Kita.


Wendi: Saya Setuju, Tapu Bukan Demonstrasi Anarkis

Di edisi ketiga nanti, Can I Say akan menghadirkan Wendi Putranto di rubrik Profile. Berikut versi video dari wawancara bersama editor eksekutif majalah Rolling Stone itu.



Tuesday, September 20, 2011

Stand Up Nite Bogor

Stand up comedy akhir-akhir ini mendapat sorotan perhatian tersendiri. Berbagai event open mic digelar, comic-comic baru pun lahir dan memperkaya varian seni mengundang tawa ini. Bogor tak mau ketinggalan. Bertempat di cafe O-Lounge Bogor pada tanggal 18 September lalu, stand up show digelar sebagai tema acara rutin yang memang selalu digelar disana, Bogor Rendezvous. Berikut beberapa foto dan video yang menggambarkan meriahnya gelaran tersebut.