Showing posts with label stand up comedy. Show all posts
Showing posts with label stand up comedy. Show all posts

Saturday, January 25, 2014

Ernest Prakasa Analisa Kandidat Capres ala Tionghoa

Teks dan foto oleh Rheza Ardiansyah


Sekitar dua bulan sebelum pemilu tiba, komika Ernest Prakasa menutup rangkaian tur ketiganya yang bertajuk Illucinati di Jakarta. Tak hanya menyampaikan analisa jenakanya tentang para kandidat calon presiden, Ernest juga fasih mengisahkan hal personal tentang keluarga kecilnya.

Ruang auditorium Gedung Kesenian Jakarta mendadak gelap setelah komika Arie Kriting menjadi komika pembuka dan David Nurbianto meneriakkan nama pengisi acara utama. Panggung pun dikelipi beragam jenis cahaya. Lalu seorang dengan tangan terikat dan berpenutup kepala dipapah oleh dua sosok berperawakan besar. Setelah didudukkan diatas panggung, muncullah dua pemain wushu unjuk kebolehan dengan pedang dan tombaknya. Mereka menyelamatkan si tersandera. Ikatan tangan dibuka, dan muncullah sosok Ernest Prakasa setelah ia menyingkapkan diri. Aksi pembuka komika berdarah tionghoa ini bahkan dibuka dengan sesuatu yang begitu mengidentifikasi dirinya. Pun demikian dengan materi yang ia sampaikan.

Memulai dengan membahas para martir reformasi, Ernest Prakasa seakan ingin segera membuktikan janji di booklet pertunjukan bahwa ia akan "menginjak pedal dalam-dalam dan melaju lebih kencang". Artinya bisa jadi lebih nekat. Lebih tak takut terhadap respon tidak senang jika ada yang membenci materinya. Tapi sebelum benar-benar menginjak pedal gas, ayah satu anak ini mengendurkan bahasan ke persoalan sekitar pengalaman pribadinya. Potongan kisahnya selama menempuh tur Illucinati dihadirkan kembali. Lalu Ernest menghadirkan menu politik tentang arogansi pejabat hingga keberpihakannya terhadap pemberantasan korupsi. Menjembatani ke topik inti, Ernest menghadirkan si kecil Sky Tierra Solana, anaknya yang berumur empat tahun.

Thursday, December 1, 2011

Open Mic 2 IPB

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan universitas sebagai perguruan tinggi yang terdiri atas sejumlah fakultas yg menyelenggarakan pendidikan ilmiah dan/atau profesional sejumlah disiplin ilmu tertentu. Sumber yang sama menjelaskan makna kata institut dengan organisasi, badan, atau perkumpulan yg ber-tujuan melakukan suatu penyelidikan ilmiah. IPB menyandang dualisme dua istilah tadi. Sebagai institut, IPB memang bernama lengkap Institut Pertanian Bogor. Sebagai universitas, di ranah internasional IPB dikenal dengan Bogor Agricultural University. Ambiguitas tadi memang terkadang membingungkan, namun terlepas dari pemakaian kata dalam fungsi semantiknya, IPB menjadi pusat pergolakan berbagai bentuk produk pemikiran, tentu yang bersifat konstruktif. Gagasan pembaharuan tadi tidak hanya harus ditampilkan dalam format tulisan ilmiah formal. Asalkan ide utamanya tetap terkandung, bentuk lain semacam musik, lukisan, puisi dan karya lain dihalalkan tampil. Salah satu inovasi bentuk penyampaian, tampil dalam rupa komedi, stand up comedy.

Tuesday, September 20, 2011

Stand Up Nite Bogor

Stand up comedy akhir-akhir ini mendapat sorotan perhatian tersendiri. Berbagai event open mic digelar, comic-comic baru pun lahir dan memperkaya varian seni mengundang tawa ini. Bogor tak mau ketinggalan. Bertempat di cafe O-Lounge Bogor pada tanggal 18 September lalu, stand up show digelar sebagai tema acara rutin yang memang selalu digelar disana, Bogor Rendezvous. Berikut beberapa foto dan video yang menggambarkan meriahnya gelaran tersebut.