Showing posts with label foto acara. Show all posts
Showing posts with label foto acara. Show all posts

Saturday, January 31, 2015

Berkenalan Dengan Estetika Banal


“Apa yang kamu lihat dari foto ini?” Tanya pria bertopi itu. Saya kemudian menafsirkan sekenannya, “yang satu lari sebagai hobi, yang lain lari sebagai kewajiban”.  Dia tidak menyalahkan, pun tak menyebut jawaban saya betul sepenuhnya. Pria tadi, yang juga melingkarkan syal kain tenun di lehernya, kemudian memaparkan bahwa ada makna lain yang sebenarnya ingin dia sampai melalui foto itu. 

Wednesday, January 16, 2013

Vocalista Angels

Di Klaten Jawa Tengah, ada sebuah kelompok paduan suara yang meraih prestasi gemilang di kancah internasional. Awalnya mereka menjuarai kompetisi paduan suara di tingkat kecamatan, kabupaten, menjuarai Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi), meraih medali emas di kompetisi paduan suara di Korea Selatan, China, Amerika Serikat, menempati posisi ke-8 paduan suara terbaik sedunia diantara 1000 kelompok paduan suara lain, dan banyak prestasi lain yang mereka raih, padahal mereka dari daerah, dengan berbagai keterbatasan dan tantanggannya sendiri. Tengok saja deretan tanda penghargaan di foto diatas. Nama kelompok paduan suara ini adalah Vocalista Angels. 

Friday, August 3, 2012

Pekan Ragam Budaya Papua: Orang Kamoro

Foto-foto di bawah ini diambil dari pameran seni budaya Papua yang digelar di Bentara Budaya Jakarta, tanggal 1-5 Agustus 2012



Sunday, February 5, 2012

Hello Fest 8

Untuk kedelapan kalinya, Hello Fest dihelat di Jakarta. Panggung apresiasi yang digagas Hello Motion itu dilansir telah menghadirkan lebih dari 11.000 partisipan. Angka tersebut diakui Wahyu Aditya selaku penggagas Hello Motion sebagai sebuah pencapaian yang melebihi ekspektasinya. Gelaran budaya pop tahunan ini memilki pananda khusus di pelaksanaannya yang kedelapan. Selain tetap dihiasi kompetisi film pendek, Hello Fest 8 menyediakan pasar komoditas kreatif di hari yang sama. Berbagai objek seni dipasarkan disana. Hello Fest juga mendatangkan Fred Deakin, seorang ilustrator dari Inggris yang di hari itu juga memaparkan presentasi tentang karya-karyanya. Dua belas jam berkesan akhirnya berlalu di Sabtu pertama Februari itu. Dalam konferensi pers yang digelar di hari yang sama, Wahyu Sang Founder Hello Fest memberi bocoran tentang gelaran tahun depan yang berupaya untuk mengfasilitasi lebih banyak apresiator dengan penambahan durasi acara. Pasalnya, saking banyaknya pendatang sementara kapasitas wahana acara terbatas, beberapa hadirin tidak bisa mengakses teater Nusa Indah saat pemutaran karya para finalis lomba film pendek. Meski demikian, mereka bisa tetap menikmati decak kagum yang pecah setelah menyaksikan karya-karya malam itu. Berikut video rangkuman serta foto-foto selama berjalannya Hello Fest 8.



 


Sunday, January 15, 2012

Diskusi Punk

Dalam rangka pertemuan kembali dengan tanggal berdirinya yang ketiga kali, jakartabeat.net menggelar sebuah diskusi di Ruang Rupa Galery. Diskusi itu membahas topik nilai universal kemanusiaan yang tampak dalam kejadian razia anak punk di Aceh. Empat pembicara yang begitu kompeten di bidang masing-masing dihadirkan ke dalam forum yang digelar pada keempat belas di tahun 2012 itu.  



Thursday, October 20, 2011

Rolling Stone Music Biz Hadir di IPB

Di interval awal masa ujian tengah semester, mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) kedatangan tamu istimewa dari Rolling Stone dan timnya yang singgah dalam rangka roadshow Music Biz on Campus. Sebelumnya tim Rolling Stone Indonesia telah meninggalkan jejak di Universitas Atmajaya dan Universitas Sriwijaya. Di Music Biz edisi IPB ini, empat orang pembicara didatangkan. Mereka adalah Glenn Fredly, Andi /RIF, EQ Puradiredja, dan Saktimulya Murti. Diskusi bersama ketiga tokoh dunia musik negeri itu dipandu oleh penulis buku Rolling Stone Music Biz sendiri, Wendi Putranto. Executive editor salah satu majalah raksasa itu membuka acara dengan pengakuannya yang tidak ditutup-tutupi. Selain untuk menyelamatkan mahasiswa IPB dari konsumsi musik haram, wartawan yang pernah menjadi ketua senat itu juga hendak memprovokasi agar para mahasiswa pengusung panji pertanian juga ada yang berprofesi sebagai musisi. Penuturan itu spontan diiringi riuh tepungan tangan audiens.